Membawah Materi propil tentang Ikatan Keluarga Besar Pelajar dan Mahasiswa Pengununggan Tolikara(IKBPMPT) jakarta
JAWA TIMUR - Sejak mulai ditempati pada tahun 2000 an hingga 2013, asrama mahasiswa Kabupaten Tolikara yang sudah menampung ratusan pelajar kota studi Jawa Balli Sejak saat itu pula, kebutuhan makan dan minum berikut dengan fasilitas seperti listrik dan air bersih dijamin oleh pemerintah. Namun sejak bulan Januari 2013 hingga saat ini, kebutuhan makan dan minum serta fasilitas penunjang lainnya tidak lagi menjadi perhatian pemerintah.
“Akibatnya, mahasiswa yang tinggal di dalam asrama terlantar dan praktis kegiatan belajar terganggu karena tidak adanya penerangan lampu karena listrik yang sudah diputus akibat menunggak tagihan,” maka badang pengurus bakan mahasiswa/i membuat proposal secara tertulis dan cecara komunikasi disampaikan PMDA tolikara tetapi pemerinta daera tidak bisa tangapi apa yg mahasiswa/i pikirkan,
Dikatakan, sebelumnya pemerintah Kabupaten Tolikara pernah berjanji untuk memperhatikan kebutuhan mahasiswa di asrama tersebut termasuk makan minum untuk mendukung terbentuknya generasi handal dan berpendidikan. Untuk itu pihaknya menagih janji pemerintah tersebut agar segera di realisasikan, mengingat mahasiswa yang bermukim di asrama dalam kondisi yang memprihatinkan.
“Kebanyakan dari kami para penghuni asrama, berlatar dari keluarga petani. Sehingga dengan kondisi yang saat ini terjadi, kami tidak bisa berbuat banyak. Untuk belajar, teman-teman menggunakan lilin karena listrik yang sudah diputus PLN karena menunggak,” urainya.
Sedangkan,untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum sehari-harinya para mahasiswa bergotong-royong bekerja secara serabutan dan mencari bahan makanan yang dapat dimasak untuk dimakan secara bersama-sama di asrama tersebut.
“Kami berharap segera ada perhatian dari pemerintah daerah terhadap kami para penghuni asrama. Karena kami adalah aset daerah, dan jika kondisi ini terus berlanjut entah apa jadinya kami nanti,” harapnya
“Akibatnya, mahasiswa yang tinggal di dalam asrama terlantar dan praktis kegiatan belajar terganggu karena tidak adanya penerangan lampu karena listrik yang sudah diputus akibat menunggak tagihan,” maka badang pengurus bakan mahasiswa/i membuat proposal secara tertulis dan cecara komunikasi disampaikan PMDA tolikara tetapi pemerinta daera tidak bisa tangapi apa yg mahasiswa/i pikirkan,
Dikatakan, sebelumnya pemerintah Kabupaten Tolikara pernah berjanji untuk memperhatikan kebutuhan mahasiswa di asrama tersebut termasuk makan minum untuk mendukung terbentuknya generasi handal dan berpendidikan. Untuk itu pihaknya menagih janji pemerintah tersebut agar segera di realisasikan, mengingat mahasiswa yang bermukim di asrama dalam kondisi yang memprihatinkan.
“Kebanyakan dari kami para penghuni asrama, berlatar dari keluarga petani. Sehingga dengan kondisi yang saat ini terjadi, kami tidak bisa berbuat banyak. Untuk belajar, teman-teman menggunakan lilin karena listrik yang sudah diputus PLN karena menunggak,” urainya.
Sedangkan,untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum sehari-harinya para mahasiswa bergotong-royong bekerja secara serabutan dan mencari bahan makanan yang dapat dimasak untuk dimakan secara bersama-sama di asrama tersebut.
“Kami berharap segera ada perhatian dari pemerintah daerah terhadap kami para penghuni asrama. Karena kami adalah aset daerah, dan jika kondisi ini terus berlanjut entah apa jadinya kami nanti,” harapnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar